Festival ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 7-9 Februari 2025 dengan tema “Culture, Literacy, and Future” (Budaya, Literasi, dan Masa Depan). Tema ini menggambarkan semangat untuk melestarikan warisan budaya dan sastra lokal, serta membangun masa depan yang lebih inovatif bagi generasi mendatang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Harmadi Algamar menekankan bahwa festival ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga bukti dari pengakuan terhadap potensi besar yang dimiliki Kota Padang dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Ini bukan sekadar festival, melainkan momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kita. Kota Padang memiliki daya tarik luar biasa, dan festival ini adalah salah satu bentuk nyata dari upaya kita untuk menarik wisatawan sekaligus membuka peluang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Dengan masuknya event ini dalam Karisma Event Nusantara, kita semakin yakin bahwa festival ini memiliki daya saing yang tinggi di tingkat nasional,” ujar dia.